welcome to my blog

enjoy it

Rabu, 14 November 2012

Proxy Server



      Pernahkan kalian mendengar kata proxy server? Apa itu proxy? Berikut ini adalah sedikit pembahasan mengenai proxy server.
      Pengertian dari proxy yaitu sebuah komputer server yang bertindak sebagai komputer lainnya untuk menerima / melakukan request terhadap kontent dari sebuah jaringan internet atau intranet. 

      Proxy memiliki berbagai macam kegunaan, beberapa diantaranya adalah :
      1.Gateway, yaitu jembatan antara jaringan public dan jaringan local.
      2. Firewall, untuk keamanan jaringan.
      3. Bandwith Management, yaitu untuk membuat peraturan dalam mengelola kontent dan kecepatan akses terhadap sumber daya internet/intranet yang diberlakukan bagi client dalam jaringan localnya.
     4. IP Address/Group and User Access Management, fungsi ini merupakan fitur yang cukup penting untuk mengelola hak kepada user/komputer/group/IP Address yang bisa mengakses jaringan luar/internet.
     5. Content Filtering, fitur ini berupa aturan yang akan menyaring setiap informasi/konten yang diminta oleh client agar tidak terlalu bebas dan dapat merusak/meminimalisir sisi negatif dari konten tersebut.
     6. Transparent proxy and Non-transparent proxy, yaitu sebuah metode dimana client yang ada dalam jaringan, tidak perlu melakukan konfigurasi (transparent) untuk bisa mengakses/terhubung/dikenakan aturan dari server proxy tersebut, akan tetapi Proxy Server yang langsung melakukan broadcast terhadap siapapun yang telah memiliki akses ke internet untuk ‘dipaksa’ melewati Proxy Server terlebih dahulu. Sementara Non-transparent proxy adalah kebalikan dari tranparent dimana setiap client yang akan terhubung/mengakses/dikenakan aturan proxy, maka pada setiap aplikasi seperti internet Browser, FTP Client dll. yang menuju jaringan luar/internet harus dikonfigurasi agar terhubung ke Proxy Server tersebut.
7. VPN Server and VPN Tunnel, VPN adalah singkatan dari (Virtual Private Network) atau jaringan pribadi, yang merupakan cara agar jaringan local/pengguna perorangan disuatu tempat dapat mengakses jaringan local/komputer server ditempat lainnya melalui media public seperti internet. 



Nah, sekarang aku akan memberi tahu kalian keuntungan dan kekurangan dari penggunaan proxy,
keuntungannya:
  • Tersedia banyak IP Proxy yang bisa kita gunakan entah itu dari tipe transparent proxy, anonymous, dan elite.
  • Kalau dapat IP yang bagus, koneksi bisa lebih cepat.
  • Masih bisa membuka akun-akun kita di internet seperti facebook, google, twitter, dll. Kalaupun butuh otentikasi gak perlu seribet kalo kita pake Tor Browser.
sedangkan kekuranganya:
  • IP Free Proxy tidak selamanya memiliki koneksi cepat dan bisa lemot secara mendadak, bahkan ujung-ujungnya timeout.
  • Ribet harus ganti-ganti settingan IP Proxy di browser tiap kali koneksi jelek.
  • Tiap kali ingin ganti IP harus mencari IP dulu di situs-situs yang menyediakan Free Proxy, dan ini sedikit membuang waktu.

Drop Box vs Google Drive

Apakah kalian tahu mengenai google drive dan drop box?
Jika kalian kurang mengetahuinya, maka sekarang saya akan memberikan sedikit gambaan.

Dropbox adalah tentang sinkronisasi file dan menyimpannya dalam cloud storage, hampir semua file baik yang berbentuk gambar, video,lagu, document, program maupun aplikasi dan berbagi solusi yang juga dapat berfungsi sebagai layanan backup online.

Sedangkan Google Drive adalah layanan berbasis komputasi awan itu dapat digunakan untuk membuat, membagi, mengolaborasikan dan menyimpan data hingga 1 terabite (TB).

Setiap layanan pasti memiliki banyak fitur dan masing-masing unggul di bidang atau bagian yang berbeda. Di sini, tim Pusat Teknologi mencoba membandingkan dua aplikasi raksasa penyimpanan online Google Drive dan Dropbox. Berikut hasil ulasan perbandingan antara Google Drive vs. Dropbox.
Baik Google Drive maupun Dropbox mempunyai tampilan desktop yang hampir mirip dengan sedikit perbedaan. Ketika sobat telah mengintall Dropbox maupun Google Drive pada PC Desktop atau Laptop, coba perhatikan bagaimana bentuk tampilan folder Google Drive dan Dropbox. Tampilan dan susunan file yang ada pada Google Drive hampir sama dengan interface Dropbox dan dilengkapi tanda centang maupun refresh.

Tanda centang diberikan ketika file tersebut telah disinkronisasi, sedangkan file yang masih dalam proses sinkronisasi akan ditandai menggunakan tanda refresh dipojok kiri bawah. Jika sobat merasa belum jelas, cobalah meng-copy sebuah file kemudian paste-kan ke dalam dua folder tersebut maka akan sobat temukan tanda tersebut. Entah disengaja atau tidak, tanda tersebut hampir sama dengan tanda yang ada pada Dropbox.

Pada Google Drive, file yang dibuat menggunakan Google Docs akan memiliki ikon unik. Selain itu, ekstensi file yang dihasilkan Google Docs akan berbeda dengan ekstensi file pada umumnya seperti .gsheet, .gdoc, .gslides, dan lainnya. Ukurannya pun sangat kecil (1kb) karena hanya sebuah shortcut saja. Ketika sobat melakukan double click pada file tersebut, secara otomatis file akan terbuka menggunakan web brower. Namun, jika file yang dibuka bukan merupakan file buatan Google Docs, maka file akan terbuka menggunakan software atau aplikasi yang ada pada PC atau laptop sobat.

Search Engine


Sebuah mesin pencari adalah sebuah aplikasi perisian yang direka untuk menemukan sumber-sumber digital seperti laman web, teks, usenet berita, foto, video, file, dll dengan memasukkan kata kunci. Sesetengah laman web menawarkan enjin pencari sebagai fitur utama, misalnya Google, Bing dan Ask.com dan merekaperkhidmatan talian sering disebut sebagai mesin pencari.


Berikut ini, saya akan menampilkan beberapa perbedaan dari beberapa macam serach engine.



Seach Engine
Meta Search Engine
Sematic Search Engine
Cara kerja Search Engine yaitu dengan menampilkan web atau apapun yang menyangkut/tercatat pada kata kunci/ sesuai kategori yang akan dicari ex : file bntuk .ppt atau .pdf
Tidak memiliki repositori atau index mereka sendiri,mereka memanfaatkan repository dari search engine lain
Menampilkan hasil pencarian yang sangat relevan dengan apa yang orang inginkan atau orang cari.
Cara kerja Search Engine yaitu dengan menampilkan web atau apapun yang menyangkut/tercatat pada kata kunci/ sesuai kategori yang akan dicari ex : file bntuk .ppt atau .pdf
Cara kerja Meta Search Engine adalah dengan cara mencari indeks atau data dari beberapa individual search engine secara serempak (bersama-sama)
Pencarian semantik mencoba untuk memahami apa yang pengguna meminta dalam mesin pencari dengan menempatkannya dalam konteks melalui analisis istilah query dan bahasa
Hasil yang ditampilkan pada Search Engine dapat berupa berbagai macam bentuk mulai dari web,file,gambar yang intinya sesuai dengan kata kunci yang diinput.
Hasil yang ditampilkan berupa web-web atau file – file yang terdapat pada search engine lain.
Hasil yang ditampilkan nantinya bukan berupa sebuah file, halaman Web, atau sejenisnya, namun pencarian semantik mencoba untuk memberikan jawaban langsung untuk pertanyaan.


Pada saat apa saja mereka sebaiknya digunakan? Dan apa contoh websitenya?

Search engine digunakan pada saat kita mencari sesuatu hanya berdasarkan kata kunci, contohnya adalah www.google.com atau www.bing.com.
Meta search engine digunakan saat kita ingin mencari sesuatu dari menggabungkan dan mengkombinasikan hasil dari beberapa search engine, contohnya www.dogpile.com atau www.metacrawler.com.
Sematic serach engine digunakan pada saat kita mencari sesuau berdasarkan pemahaman makna, bukan hanya berdasarkan kata kunci saja, contohnya www.hakia.com atau www.evri.com.


Source:

http://gicara.com/uncategorized/apa-itu-meta-search-engine.html
http://www.ckcybers.com/blog/algoritma-google-semantic-search
http://www.searchenginesindex.com/ml/page/apa-itu-search-engine.html
ukdw.ac.id

Sabtu, 10 November 2012

Web 1.0, web 2.0 dan web 3.0

Web adalah suatu ruang informasi di mana sumber-sumber daya yang berguna diidentifikasi oleh pengenal global yang disebut Uniform Resource Identifier (URL). Secara umum, Web 1.0 dikembangkan untuk pengaksesan informasi dan memiliki sifat yang sedikit interaktif.Secara garis besar, sifat Web 1.0 adalah Read.
Lalu, tak lama kemudian muncullah Web 2.0 yang merupakan revolusi bisnis di industri komputer yang disebabkan oleh penggunaan internet sebagai platform, juga merupakan suatu percobaan untuk memahami aturan untuk mencapai keberhasilan platform baru

Sifat dari web 1.0 adalah hanya bisa dibaca,web 2.0 selain dibaca juga bisa ditambahkan tulisan. Isi dari web 1.0 statis, tetapi isi dari web 2.0 dinamis (bisa berubah-ubah). Interaki yang terjadi di web 1.0 hanya 1 arah karena yang bisa menulis hanya lah pemilik web, sedangkan pada web 2.0 terjadi interaksi 2 arah karena pembaca juga dapat menulis dalam web tersebut. Fokus pada web 1.0 yaitu website dan isinya dan jejaring sosial menjadi fokus pada web 2.0.  Pelaku dan sumber pada web 1.0 adalah perusahaan atau pemilik/pembuat situs, sedangkan pada web 2.0 adalah penggunanya.

Sedangkan pengertian web 3.0 adalah sebagai sebuah sarana bagi mesin untuk membaca halaman-halaman Web generasi ketiga dari layanan internet  berbasis dengan tujuan mesin akan memiliki kemampuan membaca Web sama seperti yang manusia dapat lakukan sekarang ini.
web 3.0 berkaitan dengan konsep web semantik untuk memungkinkan isi web dinikmati tidak hanya dalam bahasa asli pengguna, tapi juga dalam bentuk format yang bisa diakses oleh berbagai software. Beberapa ahli bahkan menamai web 3.0 sebagai Web Semantik itu sendiri.
Konsep web 3.0 adalah dimana manusia dapat berkomunikasi dengan mesin pencari. Kita bisa meminta Web untuk mencari suatu data spesifik tanpa bersusah-susah mencari satu per satu dalam situs-situs Web. web 3.0 juga mampu menyediakan keterangan-keterangan yang relevan tentang informasi yang ingin kita cari, bahkan tanpa kita minta.
web 3.0 menawarkan metode yang efisien dalam membantu komputer mengorganisasi dan menarik kesimpulan dari data online.Web 3.0 juga memungkinkan fitur Web menjadi sebuah sarana penyimpanan data dengan kapasitas yang luar biasa besar.
Web 3.0 sendiri terdiri dari Web semantik, Format mikro, Pencarian dalam bahasa pengguna, Penyimpanan data dalam jumlah besar, Pembelajaran lewat mesin, Agen rekomendasi, yang merujuk pada kecerdasan buatan Web.
Web 3.0 memiliki beberapa standar operasional untuk bisa menjalankan fungsinya dalam menampung metadata.

Rabu, 07 November 2012

Hak Cipta

Hak cipta adalah hak eksklusif Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk mengatur penggunaan hasil penuangan gagasan atau informasi tertentu. Pada dasarnya, hak cipta merupakan "hak untuk menyalin suatu ciptaan". Hak cipta dapat juga memungkinkan pemegang hak tersebut untuk membatasi penggandaan tidak sah atas suatu ciptaan. Pada umumnya pula, hak cipta memiliki masa berlaku tertentu yang terbatas.

Salah satu contoh kasus pelanggaran hak cipta adaalah PT Prudential Life Assurance yaang saat ini sedang terganjal kasus hukum. Perusahaan asuransi asal Inggris ini tengah digugat di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat oleh perusahaan konsultan dari negeri Paman Sam, The Institute for Motivational Living Inc lantaran dituding telah melakukan pelanggaran hak cipta. The Institiute for Motivational Living mempermasalahkan sebuah modul dimana diduga PT Prudential Life Assurance menyontoh modul yang dibuat oleh The Institiute for Motivational Living.


Dikarenakan hal tersebut, maka Amerika membuat undang-undang SOPA PIPA. Beberapa hal yang mendasari Amerika untuk membuat undang-undang tersebut adalah:




  • Pemerintah AS dan organisasi perusahaan pemilik hak cipta dapat meminta penyedia layanan internet (ISP) untuk memblokir akses ke situs web yang dianggap sebagai penyedia tempat pelanggaran hak cipta. 
  • Pemerintah AS dan organisasi perusahaan pemilik hak cipta dapat mengambil tindakan hukum untuk menggugat mesin pencari, situs blog, direktori, atau situs secara umum yang memiliki situs-situs blacklist untuk dihapus dari situs web mereka. 
  • Jaksa Agung AS dapat membawa kasus ke pengadilan yang akan memaksa mesin pencari, pengiklan, penyedia DNS, server, dan prosesor pembayaran dari memiliki kontak apapun dengan situs yang diduga melanggar. 
  • RUU juga berpotensi memberi ancaman lebih dari itu karena definisi situs pembajak yang diusung Sopa dianggap terlalu luas.

Tetapi undang-undang tersebut tidaklah sesederhana itu, banyak hal yang akan mengubah cara kerja internet. Hal tersebut dikarenakan dengan undang-undang tersebut, maka pemerintah AS berhak menuntut situs untuk menghapus konten-konten yang menurut mereka ilegal atau situs tersebut akan diblok (melalui ISP setempat), sehingga pengguna tidak bisa membuka lagi situs kesayangannya. Secara garis besar, SOPA dan PIPA jika disetujui hanya akan berlaku di AS dan tidak di negara lain. TETAPI, jika ada yang menggunakan server-server di Amerika Serikat untuk hosting website, tentunya konten-konten website tersebut akan masuk ke dalam juridiksi hukum di sana. Memang secara langsung, SOPA dan PIPA ini tidak mempengaruhi jaringan internet di Indonesia. Namun, bisa dibayangkan untuk kita yang sehari-hari menggunakan service-service sosial media seperti Multiply, Facebook, Google, Twitter, YouTube, dan lain-lain; kebanyakan website-website ini akan menjadi target sasaran dari SOPA dan PIPA. Penggunaan internet bisa dipastikan akan berubah jika SOPA dan PIPA diluluskan.

Sederhananya, karena memang nyatanya di internet banyak situs (di luar AS) yang menyimpan konten-konten, parlemen AS mencari cara agar bisa melarang keberadaan situs semacam itu dan mengekang apa yang disebut kebebasan internet, karena sebenarnya SOPA dan PIPA bisa berdampak lebih luas dari sekedar pelarangan konten-konten. Teknisnya, apabila situs tersebut di luar Amerika, maka penyedia jasa layanan internet (ISP) diwajibkan memblokir akses ke situs tersebut.